Sabtu, 09 April 2011

MAKALAH TENTANG KRISIS MONETER YANG DI ALAMI BANGSA INDONESIA




Nama: Adiman P
Kelas: 1EB19
NPM: 29210352

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kita panjatkan pada Tuhan yang Maha Esa . yang telah memberikan saya kesempatan untuk membuat sebuah makalah yang bertemakan “kebijakan moneter di indonesia” dengan permasalahan yang saya bahas mengenai “krisis moneter” yang membahas tentang krisis moneter yang di landa oleh bangsa indonesia
Tidak lupa juga saya selaku penulis mengucapkan maaf sebesar-besarnya apabila masih ada kekurangan yang terdapat dalam tugas makalah ini.

Adiman P Bekasi ,07 April 2011

(Penulis)

BAB I
LATAR BELAKANG


bahwa Indonesia mempunyai sutau kebijakan yang di sebut dengan Kebijakan moneter adalah proses mengatur persediaan uang sebuah negara untuk mencapai tujuan tertentu; seperti menahan inflasi, mencapai pekerja penuh atau lebih sejahtera. Kebijakan moneter dapat melibatkan mengeset standar bunga pinjaman, "margin requirement", kapitalisasi untuk bank atau bahkan bertindak sebagai peminjam usaha terakhir atau melalui persetujuan melalui negosiasi dengan pemerintah lain. hal ini untuk dapat pula memajukan perekonomian Indonesia.
Indonesia dapat dikatakan sebagai salah satu negara yang mempunyai keadaan ekonomi yang belum di bilang taraf sejahtera masyarakatnya.dan karena itu Indonesia selalu melakukan kebijakan kebijakan yang bertujuan untuk mencapai keseimbangan internal (pertumbuhan ekonomi yang tinggi, stabilitas harga, pemerataan pembangunan) dan keseimbangan eksternal (keseimbangan neraca pembayaran) serta tercapainya tujuan ekonomi makro, yakni menjaga stabilisasi ekonomi yang dapat diukur dengan kesempatan kerja, kestabilan harga serta neraca pembayaran internasional yang seimbang.
Berkaitan dengan masalah “krisis moneter” yang pernah terjadi di Indonesia yang membuat rakyat Indonesia mengalami krisis yang berkepanjangan dan mengakibatkan kemiskinan dimana-mana
Dalam sebuah tulisan ini saya akan coba membahas mengapa bangsa Indonesia mengalami “krisis moneter yang berkepanjangan yang mengakibatkan kemiskinan” pada masyarakat indonesia





BAB II
MASALAH


a. Apa yang menyebabkan bangsa Indonesia mengalami krisis moneter ?


2a. Landasan Teori

• Hukum Permintaan
1. Apabila HARGA NAIK, maka jumlah BARANG yang DIMINTA akan TURUN Sebaliknya, apabila HARGA barang TURUN, maka jumlah BARANG yang DIMINTA akan NAIK.
• Hukum Penawaran
2. Apabila HARGA NAIK, maka jumlah BARANG yang DITAWARKAN akan NAIK pula. Sebaliknya, apabila HARGA TURUN, maka jumlah BARANG yang DITAWARKAN akan TURUN.


















BAB III
PEMBAHASAN


saya akan mencoba menjelaskan mengenai segala sesuatu mengenai krisis moneter yang telah kita tahu bahwa krisis moneter yang telah melanda Indonesia lalu. Tentu ini telah menjadi pertanyaan yang mendalam dalam pikiran bangsa indonesia. Apa yang sebenarnya terjadi dengan keadaan perekonomian di indonesia?

3.a. Faktor – Faktor Yang Dianggap Sebagai penyebab krisis moneter di indonesia

1. Menurunnya nilai tukar mata uang lokal terhadap mata uang asing
2. Pinjaman luar negri yang mengakibatkan utang yang menumpuk
3. terdapat beberapa kelemahan struktural seperti peraturan perdagangan
domestik yang kaku dan berlarut-larut,
4. monopoli impor yang menyebabkan kegiatan ekonomi tidak efisien dan kompetitif
5. Pada saat yang bersamaan kurangnya transparansi dan
6. kurangnya data menimbulkan ketidak pastian sehingga masuk dana luar negeri dalam jumlah besar melalui sistim perbankan yang lemah
7. spekulasi dan jatuh temponya utang swasta luar negeri dalam jumlah besar
3.b. Perbandingan mata uang rupiah dan mata uang asing
Berikut adalah perbandingan mata uang asing dan rupiah
RUPIAH
Sebelum krisis ASING($)

Rp.7000 US $.1





3. c. Akibat Yang Terjadi.
1. Menumpuknya utang akan pinjaman luar negri
2. Inflasi
3. Turunnya tingkat bunga bank deposito pada bank-bank umum
4. Turunnya nilai tukar mata uang rupiah
5. Rendahnya minat masyarakat akan saving


3.d. Langkah-Langkah dan Usaha-Usaha Penyelesaian Masalah
• karena Indonesia menerapkan sistem kurs bebas (free floating exchange rate), sehingga sebaiknya sistem itu harus dikembalikan kepada sistem kurs tetap (fixed exchange rate) atau mempergunakan managed floating exchange rate dan sejenisnya. Penerapan fixed exchange rate dalam kondisi sekarang tentu banyak menghadapi kendala-kendala seperti pemerintah
harus mempunyai cadangan devisa dalam jumlah yang besar.

• Membentuk kabinet baru yang terdiri atas teknokrat untuk mengembalikan kepercayaan
masyarakat Indonesia maupun luar negeri akan kesungguhan program reformasi

• Mengusahakan penundaan pembayaran utang resmi pemerintah berupa pembayarancicilan pokok dan bunga selama misalnya dua tahun

• Menstabilkan nilai tukar rupiah pada tingkat yang riil, artinya tidak lagi overvalued ketika
• regim managed floating, bahkan bisa dipertimbangkan untuk membiarkannya sedikit undervalued untuk meningkatkan daya saing secara internasional dan merangsang produksi dalam negeri dan ekspor.













BAB IV
PENUTUP




4. a. Kesimpulan
Indonesia mengalami krisis ekonomi karena mekanisme perekonomian yang dilakukan oleh pemerintah yang terlalu memaksakan pinjaman terhadap luar negri.sehingga terjadinya inflasi yang mengakibatkan turunnya nilai tukar rupiah terhadap nilai tukar mata uang asing



4. b. Saran
Pemerintah memberlakukan / mengubah semua tatanan perekonomian di Indonesia agar perekonomian di Indonesia dapat pulih / masyarakat Indonesia dapat kembali sejahtera

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar